Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dua Pikap Pengangkut Kayu Jati Ilegal di Banyuwangi Digagalkan Perhutani, Dua Pelaku Ditangkap
Advertisement . Scroll to see content

Petugas Curiga Lihat Tumpukan di Balik Semak, Ternyata 45 Batang Kayu Jati Diduga Hasil Pembalakan

Rabu, 16 September 2026 | 20:24 WIB
  • author Siswanto
Petugas Curiga Lihat Tumpukan di Balik Semak, Ternyata 45 Batang Kayu Jati Diduga Hasil Pembalakan
Sebanyak 45 batang kayu jati diduga hasil pembalakan liar ditemukan tersembunyi di balik semak di Banyuwangi. Total kayu mencapai 5,39 meter kubik. Foto iNewsSurabaya.id/siswanto

BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Upaya menyamarkan kayu hasil dugaan pembalakan liar kembali ditemukan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Puluhan gelondongan kayu jati diduga sengaja disembunyikan di lahan kosong dan ditutup semak-semak untuk menghindari perhatian petugas.

Modus tersebut terbongkar setelah petugas Polhutmob Perhutani KPH Banyuwangi Selatan melakukan patroli di wilayah Dusun Sumberejeki, Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, Rabu (16/9/2026).

Dari hasil penelusuran, petugas menemukan 45 batang kayu jati dalam kondisi ditumpuk di sebuah lahan kosong. Kayu-kayu tersebut disamarkan di balik semak-semak pekarangan sehingga dari luar terlihat seperti bagian dari lahan pribadi.

Total kayu yang ditemukan mencapai 5,39 meter kubik. Seluruh kayu kemudian diamankan untuk menjalani proses pendataan dan penyelidikan lebih lanjut.

Danru Polmob Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Edy Wibowo, mengatakan kayu jati tersebut tidak dilengkapi dokumen resmi. Kondisi itu menjadi salah satu dasar petugas untuk menduga kayu berasal dari aktivitas penebangan ilegal.

"Temuan ini menguatkan dugaan adanya upaya menyembunyikan kayu hasil tebangan ilegal sebelum diangkut atau dipasarkan. Seluruh kayu juga tidak dilengkapi dokumen resmi," kata Edy Wibowo.

45 Batang Jati Diduga Berasal dari Kawasan Hutan

Petugas menduga kayu jati yang ditemukan tersebut berasal dari kawasan hutan RPH Karetan, BKPH Karetan, KPH Banyuwangi Selatan.

Edy menjelaskan, temuan itu bermula ketika jajaran Polhutmob melakukan patroli sekaligus penelusuran di sekitar lokasi. Petugas kemudian mencurigai sebuah tempat yang diduga digunakan sebagai lokasi penyimpanan kayu.

Setelah dilakukan pemeriksaan, kecurigaan tersebut mengarah pada tumpukan gelondongan kayu jati yang disembunyikan di antara semak-semak.

“Kayu jati berupa gelondongan ini ditemukan sebanyak 45 batang dengan total kubikasi 5,39 meter kubik. Kayu tersebut tidak dilengkapi dokumen resmi dan diduga berasal dari kawasan hutan RPH Karetan, BKPH Karetan,” terang Edy.

Seluruh kayu selanjutnya diamankan oleh petugas. Perhutani melakukan pendataan untuk mengetahui jenis dan volume kayu sekaligus menelusuri asal-usulnya.

Penyelidikan juga diarahkan untuk mengungkap pihak yang diduga menebang, membawa, menyimpan, maupun memiliki kayu tersebut.

Waka Administrator Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Sugeng Wahono, membenarkan adanya penemuan puluhan kayu jati yang disembunyikan di kawasan pekarangan kosong.

Menurutnya, keberadaan kayu tanpa dokumen resmi tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut. Perhutani kini berupaya memastikan titik asal kayu sekaligus mencari pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan puluhan gelondongan jati tersebut.

Sugeng menekankan pentingnya patroli rutin di wilayah hutan untuk mencegah terjadinya pembalakan liar sekaligus mempersempit ruang gerak pihak yang mencoba menyimpan atau memindahkan kayu hasil tebangan tanpa dokumen.

Jajaran Perhutani juga diminta melanjutkan penyelidikan untuk mengetahui pemilik kayu serta pihak yang diduga menyimpan puluhan gelondongan jati tersebut.

Temuan 45 batang kayu dengan volume 5,39 meter kubik ini kini menjadi bagian dari proses penelusuran Perhutani untuk memastikan apakah kayu tersebut benar berasal dari kawasan hutan RPH Karetan dan mengungkap rangkaian aktivitas yang melatarbelakanginya.

 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut