Puluhan Kades Kalimantan Selatan Belajar Kelola Sampah ke Sidoarjo, Ini Inovasi yang Dipelajari
SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Inovasi pengelolaan lingkungan Kampung Edukasi Sampah (KES) di Kelurahan Sekardangan, Kabupaten Sidoarjo, menarik perhatian puluhan kepala desa dari Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Mereka datang untuk mempelajari berbagai praktik pengelolaan sampah dan teknologi ramah lingkungan yang berpotensi diterapkan di wilayah masing-masing.
Rombongan yang tergabung dalam Ikatan Kerukunan Kepala Desa (IKKD) Kecamatan Bati-Bati tersebut melakukan kunjungan studi tiru pada Jumat (6/11/2026). Selain melihat langsung sistem pengolahan sampah berbasis masyarakat, para peserta juga menggali inovasi yang mengintegrasikan pengelolaan air limbah, energi terbarukan, hingga penghijauan.
Salah satu fasilitas yang paling menarik perhatian adalah instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal. Teknologi ini memungkinkan air limbah yang berasal dari saluran selokan diolah terlebih dahulu sebelum dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman.

Lastri dari Kantor Kecamatan Bati-Bati yang mendampingi rombongan mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mendapatkan referensi dalam mengembangkan sistem pengelolaan lingkungan di tingkat desa.
Menurutnya, penerapan IPAL komunal menjadi salah satu inovasi yang menarik untuk dipelajari. Terlebih, air limbah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan dapat diolah sehingga memiliki manfaat baru.
Inovasi tersebut dinilai berpeluang dikembangkan di desa-desa Kecamatan Bati-Bati dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Sukiman, perwakilan kepala desa Kabupaten Tanah Laut, mengatakan rombongan sengaja datang bersama tim dan perangkat desa untuk melihat langsung penerapan pengelolaan lingkungan yang telah berjalan di Kampung Edukasi Sampah.
"Kami datang bersama tim dan perangkat desa untuk belajar di Kampung Edukasi Sampah. Harapannya, berbagai pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh bisa kami terapkan di tempat masing-masing," ungkapnya.
Editor: Arif Ardliyanto