Inovasi Kampus di Tengah Warga, Ubah Sampah Jadi Sumber Energi Alternatif yang Dibutuhkan Masyarakat
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Surabaya. Bukan sekadar ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, pertemuan yang digelar di Universitas Wijaya Putra (UWP) ini menjadi ruang bertemunya ide, harapan, dan solusi nyata bagi masyarakat.
Dengan mengusung tema, Memperkuat Silaturahmi, Menjaga Kebersamaan, dan Mendukung Kampung Pancasila, kegiatan ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari perangkat kecamatan dan kelurahan, aparat keamanan, tokoh agama, hingga warga RT/RW duduk bersama, berdialog, dan berbagi gagasan.
Di balik suasana akrab itu, terselip satu semangat besar: menjaga nilai-nilai Pancasila tetap hidup di tengah kehidupan sehari-hari.

Lurah Babat Jerawat, Sapto Pramoeji, menyebut kegiatan seperti ini bukan hanya seremonial, tetapi bagian penting dari upaya merawat kerukunan di tingkat paling bawah.
“Kebersamaan seperti ini harus terus dijaga. Harapannya, kolaborasi tidak berhenti di momen tertentu, tapi berlanjut dalam program nyata yang menyentuh kebutuhan warga,” ujarnya.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah pembahasan Kampung Pancasila. Ekowati, penggiat lingkungan dari RW 10, menjelaskan bahwa konsep ini tidak hanya soal simbol, tetapi menyentuh aspek kehidupan warga, mulai dari lingkungan, ekonomi, hingga ketahanan sosial budaya.
Menariknya, isu sampah yang selama ini menjadi persoalan klasik justru diangkat sebagai pintu masuk perubahan.
Melalui pemaparan dari dosen Fakultas Teknik UWP, M. Hasan Abdullah, warga diajak melihat sampah dari sudut pandang berbeda. Bukan lagi sebagai beban, tetapi sebagai potensi.
“Pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan, tapi bagaimana bisa memberi nilai tambah bagi lingkungan dan ekonomi warga,” jelasnya.
Editor : Arif Ardliyanto