JOMBANG, iNewsSurabaya.id - Aparat Polsek Jombang berhasil membongkar trik baru penyalahgunaan BBM bersubsidi yang melibatkan mobil dengan tangki modifikasi. Pada Selasa, 12 November, di Jalan KH Wahab Chasbullah, Desa Tambakrejo, polisi menangkap sebuah mobil yang diduga digunakan untuk mengangkut BBM bersubsidi jenis Pertalite dengan kapasitas ratusan liter.
Dalam operasi ini, dua tersangka, HL (62) dan SR (54) yang merupakan pasangan suami istri asal Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan, turut diamankan oleh petugas. Kapolsek Jombang, AKP Soesilo, yang didampingi Kanitreskrim Ipda Dian Rizal Mabrur, menyatakan bahwa kedua tersangka kini telah ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kapolsek menjelaskan bahwa pasutri ini memodifikasi tangki mobil Suzuki Karimun bernomor polisi S 1705 BQ dengan alat khusus yang memungkinkan pengeluaran BBM ke jeriken.
“Mereka memanfaatkan pompa bensin dari tangki mobil yang dimodifikasi untuk memindahkan BBM ke jeriken. Setiap kali pengisian, mereka bisa menampung hingga 38 liter dalam dua tangki,” ujar AKP Soesilo.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa tersangka menggunakan metode ini untuk mengangkut BBM bersubsidi dalam jumlah besar, yang kemudian dijual kembali di rumah mereka sebagai pom mini dengan harga lebih tinggi, yaitu Rp11.500 per liter.
Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari masyarakat yang curiga dengan aktivitas mencurigakan mobil Suzuki Karimun Estilo tersebut. Setelah melakukan pengintaian di sejumlah SPBU, polisi berhasil menangkap pasutri ini di lokasi kejadian.
“Kami menemukan tangki mobil telah dimodifikasi dan berhasil mengamankan 40 liter BBM dari 6 jeriken, serta 3 barcode My Pertamina yang digunakan untuk pengisian di SPBU,” jelas AKP Soesilo.
Menurut keterangan polisi, pasangan ini berbagi tugas saat melakukan aksinya. Sang suami bertugas sebagai sopir, sementara istrinya bertanggung jawab memindahkan BBM dari tangki mobil ke jeriken. Mereka berpindah-pindah SPBU di wilayah Jombang untuk menghindari kecurigaan.
"Modus mereka cukup licin, berpindah-pindah SPBU dan menggunakan tiga barcode My Pertamina untuk memaksimalkan pembelian BBM bersubsidi," lanjut AKP Soesilo.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait