45 Batang Jati Diduga Berasal dari Kawasan Hutan
Petugas menduga kayu jati yang ditemukan tersebut berasal dari kawasan hutan RPH Karetan, BKPH Karetan, KPH Banyuwangi Selatan.
Edy menjelaskan, temuan itu bermula ketika jajaran Polhutmob melakukan patroli sekaligus penelusuran di sekitar lokasi. Petugas kemudian mencurigai sebuah tempat yang diduga digunakan sebagai lokasi penyimpanan kayu.
Setelah dilakukan pemeriksaan, kecurigaan tersebut mengarah pada tumpukan gelondongan kayu jati yang disembunyikan di antara semak-semak.
“Kayu jati berupa gelondongan ini ditemukan sebanyak 45 batang dengan total kubikasi 5,39 meter kubik. Kayu tersebut tidak dilengkapi dokumen resmi dan diduga berasal dari kawasan hutan RPH Karetan, BKPH Karetan,” terang Edy.
Seluruh kayu selanjutnya diamankan oleh petugas. Perhutani melakukan pendataan untuk mengetahui jenis dan volume kayu sekaligus menelusuri asal-usulnya.
Penyelidikan juga diarahkan untuk mengungkap pihak yang diduga menebang, membawa, menyimpan, maupun memiliki kayu tersebut.
Waka Administrator Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Sugeng Wahono, membenarkan adanya penemuan puluhan kayu jati yang disembunyikan di kawasan pekarangan kosong.
Menurutnya, keberadaan kayu tanpa dokumen resmi tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut. Perhutani kini berupaya memastikan titik asal kayu sekaligus mencari pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan puluhan gelondongan jati tersebut.
Sugeng menekankan pentingnya patroli rutin di wilayah hutan untuk mencegah terjadinya pembalakan liar sekaligus mempersempit ruang gerak pihak yang mencoba menyimpan atau memindahkan kayu hasil tebangan tanpa dokumen.
Jajaran Perhutani juga diminta melanjutkan penyelidikan untuk mengetahui pemilik kayu serta pihak yang diduga menyimpan puluhan gelondongan jati tersebut.
Temuan 45 batang kayu dengan volume 5,39 meter kubik ini kini menjadi bagian dari proses penelusuran Perhutani untuk memastikan apakah kayu tersebut benar berasal dari kawasan hutan RPH Karetan dan mengungkap rangkaian aktivitas yang melatarbelakanginya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
