SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Layanan Trans Jatim berpeluang diperluas hingga Kabupaten Jombang. Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Hidayat mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka rute dari Mojokerto menuju Jombang untuk memperluas akses transportasi publik, terutama bagi masyarakat, santri, wali santri, hingga pengunjung wisata religi.
Usulan tersebut telah disampaikan Hidayat kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur. Ia menilai Jombang memiliki kebutuhan mobilitas yang perlu mendapat perhatian, mengingat daerah tersebut menjadi tujuan pendidikan pesantren sekaligus kawasan ziarah makam ulama.
“Saya sudah mengusulkan ke Dinas Perhubungan. Karena Jombang ini bagian dari lingkar Surabaya,” kata Hidayat di Kantor DPRD Jatim.
Menurut Hidayat, kebutuhan perjalanan menuju Jombang terlihat dari aktivitas angkutan antarkota yang melayani penumpang dari dan ke wilayah tersebut. Ia mengamati bus antarkota mulai dipadati penumpang sejak keberangkatan dari Jombang.
“Bus-bus antarkota itu mulai penuh dari Jombang,” ujarnya.
Meski demikian, pengamatan tersebut masih perlu diperkuat dengan data jumlah penumpang dan kajian pola perjalanan untuk memastikan kebutuhan layanan Trans Jatim di jalur Mojokerto–Jombang.
Selain mobilitas masyarakat umum dan pekerja, keberadaan sejumlah pesantren besar menjadi salah satu pertimbangan Hidayat dalam mengusulkan perluasan rute Trans Jatim.
Jombang dikenal memiliki berbagai pesantren, di antaranya yang berada di kawasan Peterongan, Tebuireng, Tambakberas, dan Denanyar. Daerah ini juga memiliki sejumlah makam pendiri pesantren atau muassis serta tokoh ulama yang menjadi tujuan wisata religi.
Hidayat menilai aktivitas pesantren tersebut turut mendorong perjalanan masyarakat dari berbagai daerah, termasuk santri dan keluarga yang datang untuk mengunjungi mereka.
“Per pondok ribuan jumlahnya. Misalnya di Peterongan itu lebih dari 10 ribu dari luar daerah. Apalagi di Tebuireng, Tambakberas, Denanyar dan tempat-tempat lain, itu luar biasa,” katanya.
Ia berharap perluasan jaringan transportasi publik dapat membantu masyarakat mengakses kawasan pesantren tanpa harus sepenuhnya bergantung pada kendaraan pribadi.
“Kalau Trans Jatim sampai ke sana, saya kira akan sangat membantu mobilisasi para wali santri yang pondok di Jombang,” tegasnya.
Aspirasi mengenai rute Mojokerto–Jombang sebenarnya telah muncul sejak 2025. Saat melakukan reses di Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Hidayat menerima usulan masyarakat terkait kebutuhan akses Trans Jatim.
Namun, hingga kini, rute tersebut masih berupa usulan dan belum menjadi koridor yang dipastikan beroperasi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur masih perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari potensi penumpang, penentuan rute, titik pemberhentian, kebutuhan armada, hingga pembiayaan.
Hidayat menegaskan, perluasan layanan Trans Jatim sebaiknya tidak hanya berorientasi pada penambahan jalur. Pemerintah juga perlu membangun sistem transportasi yang saling terhubung agar perjalanan masyarakat dari lingkungan tempat tinggal hingga tujuan akhir menjadi lebih mudah.
Pandangan tersebut berkaitan dengan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Transportasi Publik Terintegrasi Jawa Timur.
Menurut Hidayat, integrasi antarmoda dibutuhkan agar masyarakat dapat menggunakan angkutan pengumpan atau feeder dari kawasan permukiman, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan layanan transportasi utama.
“Transportasi publik hari ini sangat dibutuhkan masyarakat. Tetapi juga harus terintegrasi, terpadu. Seluruh intermodal transportasi harus ditata dan dikelola agar efektif dan efisien,” ujarnya.
Ia berharap sistem yang terintegrasi dapat mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang dinilai lebih aman dan nyaman.
“Tujuannya agar masyarakat berbondong-bondong beralih dari transportasi pribadi, dari kendaraan roda dua kepada transportasi publik yang lebih aman dan nyaman,” katanya.
Di sisi lain, perluasan koridor Trans Jatim juga perlu memperhitungkan keberadaan angkutan lokal yang telah lebih dahulu melayani masyarakat. Hidayat mengingatkan agar pengembangan transportasi publik tidak mengabaikan mata pencaharian pengemudi dan pelaku angkutan eksisting.
Ia mengusulkan agar angkutan lokal dapat dilibatkan sebagai layanan pengumpan menuju koridor utama Trans Jatim. Dengan skema tersebut, sumber daya manusia yang sebelumnya melayani jalur tertentu berpeluang dialihkan untuk mendukung jaringan transportasi terintegrasi.
“Kalaupun ada, harus berkolaborasi. Memanfaatkan sumber daya manusia yang sudah ada untuk mendukung transportasi publik ini,” jelasnya.
Hidayat juga mendorong pemerintah mempertimbangkan subsidi untuk layanan feeder agar operasionalnya dapat berjalan dan tetap terjangkau masyarakat.
“Misalnya butuh feeder, maka feeder ini disubsidi oleh pemerintah. Mereka yang dulu bekerja di jalur yang dilalui Trans Jatim bisa beralih ke situ. Selama tidak ada yang dikorbankan, saya kira masyarakat tidak akan protes,” pungkasnya.
Skema subsidi dan pelibatan angkutan lokal tersebut masih sebatas usulan Hidayat. Mekanisme pelaksanaannya belum menjadi keputusan final Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Selain konektivitas dan keberlanjutan angkutan lokal, aspek keselamatan serta kenyamanan penumpang juga menjadi perhatian dalam pengembangan transportasi publik.
DPRD Jatim sebelumnya turut mendorong penambahan petugas keamanan pada layanan Trans Jatim untuk meningkatkan rasa aman masyarakat selama perjalanan.
Bagi Hidayat, rencana perluasan layanan hingga Jombang perlu ditempatkan dalam kerangka pengembangan transportasi publik yang menyeluruh. Tidak hanya membuka akses menuju pesantren dan wisata religi, kebijakan tersebut juga perlu menjamin keterhubungan antarmoda serta memperhatikan keberlangsungan angkutan yang sudah beroperasi.
Realisasi rute Mojokerto–Jombang tetap bergantung pada hasil kajian teknis dan keputusan pemerintah provinsi. Kebutuhan perjalanan masyarakat, pekerja, santri, wali santri, serta pengunjung wisata religi dapat menjadi bagian dari pertimbangan sebelum koridor baru ditetapkan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
