Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dorong Dampak Berkelanjutan, Pertamina Foundation Gelar Pelatihan SROI dan IKM untuk Binaan PFseries
Advertisement . Scroll to see content

Gubes Unitomo: Industri Batik Punya Peluang Besar di Pasar Internasional

Jum'at, 24 Juni 2022 | 09:07 WIB
  • author Ali Masduki
Gubes Unitomo: Industri Batik Punya Peluang Besar di Pasar Internasional
Prof. Slamet Riyadi. (Foto: Humas Unitomo)

Nilai ekspor industri fashion Indonesia sebelum pandemi global melanda beberapa tahun lalu sudah mencapai hampir 20 milyar US Dollar per tahun, atau senilai hampir 4% PDB Indonesia. 

Dari jumlah itu, nilai ekspor industri batik sebagai salah satu bahan baku produk pakaian jadi masih di bawah 100 juta US Dollar per tahun, tidak sampai 1% dari total nilai ekspor industri fashion. 

"Padahal Indonesia memiliki ratusan sentra industri batik, dengan hampir 40 ribu unit usaha yang menyerap hingga 200.000 tenaga kerja," ungkapnya.

Sebagai informasi, Slamet Riyadi resmi menjadi Gubes Unitomo Ke-19. Acara pengukuhan guru besar ke 19 Kampus Kebangsaan dan Kerakyatan ini dipimpin Rektor Unitomo, Siti Marwiyah, di Auditorium Ki H. Mohammad Saleh lantai 5 gedung F kampus Jl. Semolowaru Surabaya. 

Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah VII Jawa Timur Prof. Suprapto, DEA turut hadir dan menyerahkan langsung Surat Keputusan pengangkatan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini sebagai guru besar.

Editor: Ali Masduki

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut