Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gus Ipul Targetkan Bangun 100 Sekolah Rakyat Permanen Tiap Tahun
Advertisement . Scroll to see content

Di Tangan ‘Sakti’ Sang Jenderal, Soeharto Dipoles Jadi Presiden RI Kedua

Jum'at, 11 Maret 2022 | 08:00 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Di Tangan ‘Sakti’ Sang Jenderal, Soeharto Dipoles Jadi Presiden RI Kedua
Jenderal Nasution terkenal dengan prinsip yang kuat, ia dikenal kukuh dan tidak gentar menghadapi ketidakberesan

Kemesraan hubungan Pak Nas dengan Presiden Soeharto rupanya juga tidak berlangsung lama. Keterlibatan Pak Nas dalam Petisi 50 menyebabkan Pak Nas dipensiunkan lebih dini dari dunia militer. 

Perlahan namun pasti nama Pak Nas ‘lenyap’ dan pentas politik dan militer nasional. Seperempat abad kemudian, 1997, nama Pak Nas kembali muncul. Secara tidak terduga ia dianugerahi pangkat Jenderal Besar pada peringatan HUT ABRI 5 Oktober 1997 oleh Presiden Soeharto. 


Jenderal Nasution terkenal dengan prinsip yang kuat, ia dikenal kukuh dan tidak gentar menghadapi ketidakberesan

Jadilah ia salah satu dan tiga orang di Republik ini yang menyandang 5 bintang di atas bahunya. Dua jenderal lainnya adalah Panglima Besar Jenderal Soedirman dan Jenderal Besar Soeharto.

Sekitar tiga tahun kemudian, tanggal 6 September 2000, Jenderal Besar Abdul Haris Nasution menghembuskan napas terakhirnya di RS Gatot Soebroto Jakarta setelah dirawat beberapa waktu. 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut