Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sports Mobile Legends Masuk Kurikulum Ekstrakurikuler di 100 SMP - SMA di Surabaya
Advertisement . Scroll to see content

Parah! Surabaya Pernah Diserang Senjata Biologis dan Racun hingga Banyak Warga Tewas

Senin, 21 Maret 2022 | 08:00 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Parah! Surabaya Pernah Diserang Senjata Biologis dan Racun hingga Banyak Warga Tewas
Sultan Agung melakukan ekspedisi untuk menaklukan wilayah timur Jawa. Wilayah tersebut berada dibawah kekuasaan Kadipaten Surabaya

Serangan ke timur Jawa, hingga akhirnya berhasil mengepung pusat Kadipaten Surabaya, dimulai pasukan Sultan Agung, dengan menyerang wilayah selatan Kadipaten Surabaya, yakni di wilayah Malang dan Pasuruan pada tahun 1614. Upaya ini sempat mendapatkan perlawanan dari pasukan Surabaya namun berhasil digagalkan.

Tahun berikutnya, pada 1615, pasukan Sultan Agung berhasil menaklukkan Wirasaba. Bahkan, penakhlukkan ini dipimpin sendiri oleh Sultan Agung. Akibat takut Tuban melakukan serangan dadakan, akhirnya Surabaya tak mengirimkan pasukan saat Wirasaba dihancurkan Sultan Agung.


Sultan Agung melakukan ekspedisi untuk menaklukan wilayah timur Jawa. Wilayah tersebut berada dibawah kekuasaan Kadipaten Surabaya

Takluknya Wirasaba menjadi ancaman besar bagi Kadipaten Surabaya dan kerajaan-kerajaan kecil anggota sekutunya. Mereka akhirnya mengerahkan pasukan besar menuju Pajang yang kala itu mulai membara dengan melancarkan pemberontakan ke Mataram.

Upaya pengumpulan kekuatan pasukan sekutu Kadipaten Surabaya di Pajang untuk membantuk pemberontakan ke Mataram ternyata tercium oleh pasukan telik sandi Mataram yang berada di Tuban.

Pasukan sekutu Kadipaten Surabaya yang akan berangkat ke Pajang ditipu oleh pasukan telik sandi Mataram sehingga salah mengambil jalur yang sangat berat menuju Pajang. Laju pasukan tersebut akhirnya terhambat di wilayah Siwalan dan dihancurkan pasukan Mataram pada Januari 1616.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut