Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jukir Surabaya Resah! Uang Parkir Non-Tunai Tak Kunjung Cair, Pilih Kembali ke Cara Lama
Advertisement . Scroll to see content

Atasi Parkir Liar di Surabaya, Prof Rossanto: Perlu Solusi Sistematis, Bukan Represif

Rabu, 18 Juni 2025 | 17:31 WIB
  • author Ali Masduki
Atasi Parkir Liar di Surabaya, Prof Rossanto: Perlu Solusi Sistematis, Bukan Represif
Prof Rossanto Dwi Handoyo, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga. Foto: iNewsSurabaya/Humas Unair

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Penyegelan sejumlah minimarket di Surabaya oleh Wali Kota karena pelanggaran aturan parkir menimbulkan kontroversi. Meskipun pemerintah berupaya tegas terhadap parkir liar, kebijakan ini dipertanyakan proporsionalitas dan keadilannya.

Prof Rossanto Dwi Handoyo, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, menilai tindakan penyegelan minimarket tersebut lebih mencerminkan kelemahan tata kelola parkir daripada persoalan penegakan hukum semata. 

"Masalahnya ada di sistem parkir, tetapi yang dihukum justru pemilik minimarket. Ini tidak proporsional," jelasnya.

Prof. Rossanto menegaskan bahwa pendekatan represif, meskipun menciptakan efek jera, tidak akan menyelesaikan masalah akar jika tidak diiringi reformasi sistem. Ia menilai pendekatan edukatif selama ini kurang efektif karena minimnya sistem pendukung yang kuat. 

Lebih lanjut, ia menilai bahwa minimarket bukanlah satu-satunya usaha dengan lahan parkir terbuka. 

"Jika hanya menyasar minimarket, kesan tebang pilih tak terhindarkan. Ini menciptakan ketimpangan, terutama bagi usaha mikro dan kecil yang mandiri," tambahnya. Ia khawatir kebijakan seragam tanpa mempertimbangkan skala usaha akan membebani pelaku UMKM.

Ia juga mengkritik sistem pajak parkir yang ada. "Pemerintah memungut pajak parkir tanpa sistem yang bisa menghitung jumlah kendaraan dan nilai transaksinya secara akurat," terangnya.

Editor: Ali Masduki

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut