Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Caketum Sepakat AHWA, Muktamar NU 35 Siapkan Voting Pemilihan Ketum PBNU
Advertisement . Scroll to see content

Konflik PBNU Memanas, Bendahara Sumantri Pilih Angkat Suara Soal Dana Rp100 Miliar, Begini Alirannya

Jum'at, 12 Desember 2025 | 06:46 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Konflik PBNU Memanas, Bendahara Sumantri Pilih Angkat Suara Soal Dana Rp100 Miliar, Begini Alirannya
Bendahara PBNU Sumantri Suwarno buka suara soal isu dana Rp100 miliar. Ia menegaskan transaksi tercatat resmi, PBNU tidak terlibat kasus Mardani Maming, dan memperingatkan dampak buruk polemik terhadap tata kelola. Foto iNewsSurabaya/tangkap layar

SURABAYA, iNewsSurabaya id – Suasana internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali bergolak. Di tengah derasnya spekulasi mengenai dugaan aliran dana Rp100 miliar, Bendahara PBNU, Sumantri Suwarno, akhirnya memilih tampil ke publik untuk memberikan penjelasan terbuka.

Dalam keterangannya, Sumantri menyebut bahwa transaksi yang dipersoalkan tersebut memang benar terjadi pada 2022, dan seluruhnya telah tercatat secara resmi oleh staf keuangan organisasi.

“Saya pastikan, dana Rp100 miliar itu betul-betul masuk dan terdokumentasi sejak awal. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

Sumantri memaparkan bahwa dana itu muncul saat Mardani H. Maming masih menjabat sebagai bendahara umum, di mana saat itu ia tengah menghadapi persoalan hukum. Kondisi tersebut membuat sejumlah pihak mudah mengaitkannya dengan PBNU.

“Saya sudah mengantisipasi kemungkinan munculnya tafsir yang bisa merugikan nama lembaga. Karena itu, setiap transaksi saya minta dicatat dengan rinci,” ujarnya.

Sumantri juga memastikan bahwa PBNU tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam kasus hukum yang menjerat Maming.

“Secara kelembagaan, PBNU tidak terlibat dalam dugaan korupsi maupun kegiatan fundraising yang dituduhkan,” tambahnya.

Menurutnya, sebagian besar dana juga telah ditarik kembali oleh pihak Maming, sebagaimana telah diakui langsung oleh yang bersangkutan.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut