get app
inews
Aa Text
Read Next : ​Konflik Iran–Israel Picu Kelangkaan Kapal, Tarif Sewa Diprediksi Melonjak

Khofifah Pastikan BBM Aman, Dorong Gerakan Hemat Energi di Jatim

Rabu, 01 April 2026 | 10:01 WIB
header img
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Foto : Lukman Hakim

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menggulirkan gerakan hemat energi secara masif dalam waktu dekat. Langkah ini sebagai respons atas tekanan energi global yang berpotensi berdampak hingga ke daerah.

Khofifah memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tetap aman, sekaligus mengajak masyarakat tidak panik dan mulai membudayakan penggunaan energi secara bijak di tengah tekanan global yang kian terasa.

“Pada dasarnya regulasi ini ingin memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa kebutuhan energi insya Allah tetap tersuplai. Jadi saya mohon masyarakat tidak panic buying,” ujar Khofifah, Selasa (31/3/2026).

Khofifah juga menyoroti pentingnya penataan penggunaan LPG subsidi agar tepat sasaran. Ia menjelaskan bahwa LPG 3 kilogram (kg) sebagai kategori Public Service Obligation (PSO) seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi tertentu.

“Desil 1 sampai 5 atau 6 itu sebaiknya menggunakan LPG 3 kg. Sementara di atas itu sudah seharusnya menggunakan LPG non-PSO seperti 5,5 kg atau 12 kg,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang berpotensi memicu aksi pembelian berlebihan (panic buying).

“Jangan panic buying. Regulasi ini justru untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersuplai,” tegasnya.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, Ciplis Gema Qoriah, menjelaskan bahwa konsep hemat energi lebih menekankan pada kecerdasan dalam penggunaan sumber daya.

“Artinya, dengan ketersediaan yang ada, kita mampu mengoptimalkan antara biaya dan manfaat dengan dukungan mitigasi risiko yang baik, optimalisasi sistem digital, serta menciptakan sistem yang lebih tertata,” ujarnya.

Pada tingkat rumah tangga, efisiensi dapat dimulai dari langkah sederhana seperti menggunakan listrik sesuai kebutuhan, memilih perangkat hemat energi, serta mengelola konsumsi gas secara efektif. Selain itu, perencanaan penggunaan BBM untuk mobilitas harian juga penting, termasuk mempertimbangkan jarak tempuh dan urgensi aktivitas.

Pendekatan ini membuat penggunaan energi lebih tepat sasaran tanpa mengurangi produktivitas. Ke depan, pemanfaatan energi alternatif seperti panel surya di rumah tangga juga dinilai berpotensi berkembang, terutama jika didukung kebijakan subsidi bertahap dari pemerintah.

Di sektor industri, efisiensi dilakukan dalam skala lebih besar melalui perencanaan penggunaan energi berbasis prioritas produksi dan target pendapatan. Optimalisasi teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dinilai mampu menekan biaya sekaligus meningkatkan kualitas output.

Selain itu, penggunaan desain sistem produksi dan pencahayaan hemat energi, serta pemanfaatan energi non-fosil seperti tenaga surya, air, dan angin, mulai menjadi alternatif strategis untuk mengurangi ketergantungan pada energi konvensional.

Ciplis juga menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam meningkatkan efisiensi energi melalui pembangunan infrastruktur. “Pemerintah perlu memperbaiki infrastruktur jalan secara berkala. Jalan yang rusak membuat konsumsi BBM kendaraan meningkat dan berdampak pada biaya,” katanya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut