Surabaya Sabet Penghargaan RTLH Tertinggi, 7.196 Rumah Ditargetkan Rampung 2027
Wali Kota Eri menjelaskan perbaikan Rutilahu difokuskan pada komponen utama rumah, seperti atap, lantai, dinding, dan jamban. Program tersebut diprioritaskan bagi warga ber-KTP Surabaya yang masuk dalam kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan memiliki status lahan yang sah serta tidak dalam sengketa.
"Sasaran penerima adalah warga ber-KTP Surabaya yang masuk dalam data desil 1-5 dengan status lahan yang sah atau tidak dalam sengketa," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Kristian menegaskan penanganan Rutilahu menjadi salah satu fokus utama Pemkot Surabaya dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
"Di Surabaya kawasan kumuhnya sudah berkurang. Jadi salah satu atensi Pemkot Surabaya adalah untuk penanganan rutilahunya," ujar Iman.
Menurut Iman, penghargaan RTLH yang diterima Surabaya, menjadi bentuk apresiasi atas komitmen pemkot dalam menghadirkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat. Selain itu, penghargaan itu juga menunjukkan keberhasilan pemkot dalam membangun kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program Rutilahu. "Termasuk melibatkan berbagai sektor untuk penanganan Rutilahu ini," katanya.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Pemkot Surabaya menargetkan perbaikan 3.242 unit rumah pada 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 2.240 unit yang dibiayai melalui APBD dan 1.002 unit yang didukung melalui sumber pendanaan non-APBD.
"Di tahun 2026 ini kita ada rencana sekitar 3.242 unit yang akan dilaksanakan di Kota Surabaya dengan APBD-nya ada di 2.240 dan non-APBD-nya ada 1.002," jelasnya.
Iman juga menggarisbawahi bahwa program Rutilahu tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Keterlibatan sektor swasta, organisasi sosial, hingga lembaga kemanusiaan dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan Rutilahu di Surabaya. "Jadi program Rutilahu tidak hanya dihandle oleh dana APBD Surabaya, tapi juga ada dana CSR," katanya.
Editor : Arif Ardliyanto