get app
inews
Aa Text
Read Next : Emosi Tak Terkendali, Pria di Surabaya Aniaya Korban Menggunakan Besi Galvalum

Sadis! Pria di Probolinggo Habisi Teman dengan Palu dan Cutter

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:15 WIB
header img
Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Rico Yumasri. (Foto : istimewa).

PROBOLINGGO, iNewsSurabaya.id – Satreskrim Polres Probolinggo Kota, Polda Jawa Timur, berhasil mengungkap misteri penemuan jenazah pria di lahan kosong Jalan Pantai Permata, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Pria tersebut diduga menjadi korban pembunuhan.

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Rico Yumasri menjelaskan, setelah dilakukan penyelidikan selama 10 hari sejak jenazah ditemukan pada Sabtu (4/7/2026), polisi berhasil mengidentifikasi korban. Korban diketahui berinisial SA (36), warga Desa Rebalas, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Dari hasil penyelidikan tersebut, polisi mengamankan AN (32), warga Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. 

"AN kini telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga kuat menjadi pelaku tunggal dugaan pembunuhan tersebut," kata Rico, Sabtu (18/7/2026).

Dari penyelidikan diketahui, peristiwa ini bermula pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, korban menghubungi AN untuk bertemu di Terminal Bayuangga. Setelah bertemu, keduanya menuju rumah tersangka di Desa Jangur. Keduanya kemudian berkeliling menggunakan sepeda motor milik korban hingga malam hari. 

Di tengah perjalanan, korban diduga melakukan tindakan tidak menyenangkan. Seperti memeluk, meraba, dan mencium leher tersangka dari belakang saat motor sedang melaju. Merasa mendapat penolakan, tersangka risi dan sakit hati. 

Sekitar pukul 00.00 WIB, mereka kembali ke Kota Probolinggo dan berhenti di kawasan Pantai Permata. Lokasi tersebut diakui kerap menjadi tempat keduanya membuat siaran langsung (live) di aplikasi media sosial. Di lokasi Pantai Permata inilah aksi nekat tersebut terjadi. Tersangka mengambil sebuah palu yang berada di dalam bagasi sepeda motor korban.
"Tersangka memukul kepala korban berulang kali hingga terjatuh, lalu mencekik leher korban sampai tidak berdaya," terang Rico.

Tidak berhenti di situ, tersangka kemudian mengambil pisau pemotong (cutter) dari dalam tas korban dan menyayat bagian mulut serta lehernya. Tindakan sadis ini sengaja dilakukan untuk mengelabui petugas. "Pengakuan tersangka, hal itu dilakukan untuk mengaburkan motif pencurian. Ia ingin membuat seolah-olah pembunuhan ini didasari oleh dendam pribadi atau kemarahan," tambahnya.

Setelah memastikan korban meninggal dunia, tersangka menyeret jasad korban sejauh 50 meter ke area ladang. Ini merupakan lokasi di mana mayat akhirnya ditemukan warga. Tersangka kemudian membawa kabur sepeda motor, tas berisi dompet, dan ponsel milik korban.

Untuk menghilangkan jejak, tersangka sempat menitipkan sepeda motor korban di area parkir Rumah Sakit Wonolangan selama tiga hari. Motor tersebut akhirnya dijual melalui marketplace kepada seorang pembeli di wilayah Klakah, Kabupaten Lumajang, seharga Rp4 juta. Sementara itu, tas dan ponsel korban dibuang ke pinggir sungai di depan SPBU Klakah. "Hingga kini, kami masih melakukan pencarian terhadap sepeda motor milik korban," jelas Rico.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, satu potong kaus merah, satu potong sarung hitam motif batik, satu pasang sandal hitam, potongan pisau cutter, satu  unit ponsel warna biru, satu set joran pancing beserta sarungnya dan satu  buah helm warna merah.

“Berdasarkan hasil penyidikan sementara, motif pembunuhan diduga dipicu rasa sakit hati tersangka terhadap tindakan korban. Ditambah faktor ekonomi yang mendorong tersangka untuk menguasai harta benda milik korban,” pungas Rico.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut