Pelajar dan Mahasiswa Diajak Bikin Konten Menarik, Ada Perang Lawan Narkoba Hingga Seks Bebas
Berbeda dengan seminar pada umumnya, peserta langsung diajak mempraktikkan pembuatan konten kampanye digital. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai tema, yaitu Perang Melawan Narkoba, Tolak Seks Bebas, dan Stop Kenakalan Remaja.
Setiap kelompok menyusun konsep, membuat naskah, hingga memproduksi konten yang disesuaikan dengan karakter generasi muda. Harapannya, pesan-pesan pencegahan dapat lebih mudah diterima dan tersebar luas melalui berbagai platform media sosial.
Kepala SMA Wijaya Putra, Andri Priyono, mengapresiasi program tersebut karena dinilai mampu memperkuat karakter peserta didik sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar.
"Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai seminar semata, tetapi mampu membentuk keberanian siswa untuk menjadi pelopor dalam menyampaikan pesan-pesan positif. Ketika mereka memahami risikonya, mereka juga akan lebih bijak dalam mengambil keputusan serta mengajak teman-temannya menjauhi perilaku yang merugikan masa depan," katanya.
Salah seorang peserta, Nabila Putri Maharani, mengaku memperoleh pengalaman baru karena tidak hanya menerima materi, tetapi juga belajar membuat konten edukasi yang menarik dan relevan dengan kehidupan remaja.
"Biasanya kami hanya menjadi penonton di media sosial. Lewat kegiatan ini kami belajar bagaimana membuat konten yang bisa mengajak teman-teman sebaya lebih peduli terhadap bahaya narkoba, HIV/AIDS, dan kenakalan remaja. Cara penyampaiannya juga lebih dekat dengan kehidupan anak muda," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Disbudporapar Surabaya berharap para peserta tidak hanya memahami bahaya HIV/AIDS, penyalahgunaan narkoba, serta kenakalan remaja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang aktif menyebarkan konten edukatif, informatif, dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah, kampus, maupun masyarakat.
Editor : Arif Ardliyanto