Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Festival Musik "For You" Digelar Malam ini di Gedung Cak Durasim
Advertisement . Scroll to see content

165 Penari Gegerkan Gedung Cak Durasim, The Lion King Versi Balet Tampil Spektakuler di Surabaya

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:30 WIB
  • author Fahrezi Chandra
165 Penari Gegerkan Gedung Cak Durasim, The Lion King Versi Balet Tampil Spektakuler di Surabaya
Premiere School of Ballet menghadirkan konsep yang berbeda dengan menggabungkan teknik balet klasik dan pertunjukan teatrikal modern. (Foto: iNewsSBY/Fahrezi Chandra).

Ia menjelaskan, setiap karakter memiliki gestur yang berbeda sehingga para penari harus membangun bahasa tubuh baru agar penonton dapat merasakan karakter yang dimainkan.

"Tadi lihat ada tangan yang berponjok seperti cakar, lalu ada muka-muka yang sangar. Bagaimana mereka mengekspresikan binatang berleher panjang seperti jerapah, atau gajah yang menggunakan belalainya. Memakai topeng dan berputar juga ternyata tidak gampang," katanya.

Tak hanya koreografi, konsep visual juga menjadi daya tarik utama. Kostum tidak dibuat menyerupai karakter kartun, melainkan mengusung nuansa etnik yang terinspirasi budaya Afrika. Sentuhan motif tradisional, tata rias, hingga desain panggung dipadukan dengan teknik balet klasik sehingga menciptakan pertunjukan yang megah dan artistik.

Persiapan matang juga dilakukan para penari. Michelle Wiradinata (26), pemeran Simba dewasa, mengaku harus meningkatkan latihan fisik karena banyak adegan partnering atau mengangkat pasangan tari.

"Saya kan jadi cowok karakternya, harus banyak angkat-angkat, jadi harus kuat juga," ujarnya.

Sejak latihan dimulai pada Februari, Michelle bahkan rutin menjalani latihan angkat beban di luar jadwal latihan balet.

"Tiap pagi di luar saya latihan angkat beban sendiri supaya bisa lebih kuat buat lifting-nya lebih enak, dan perempuannya juga bisa lebih percaya sama saya," katanya.

Pertunjukan ini menampilkan perjalanan hidup Simba dari masa kecil hingga dewasa. Karakter Simba kecil diperankan Farahdila (13), sedangkan Joanna (10) memerankan Nala kecil. Sosok antagonis Scar dibawakan Michael (24), sementara Timon dan Pumbaa yang diperankan Kinan (13) dan Vaniah (14) menghadirkan nuansa komedi yang menghibur di tengah konflik cerita.

Di balik kemegahan panggung, Sylvi menegaskan bahwa The Lion King membawa pesan moral yang tetap relevan, yakni tentang keberanian menghadapi tanggung jawab, kepemimpinan, dan keyakinan bahwa kebenaran akan mengalahkan keserakahan.

"Pertunjukan ini mengingatkan bahwa seseorang tidak dapat terus-menerus lari dari tanggung jawabnya, sebagaimana Simba akhirnya harus menerima perannya sebagai raja. Kisah ini juga menunjukkan bahwa kebenaran pada akhirnya akan mengalahkan keserakahan dan penindasan," tuturnya.

Melalui produksi berskala besar ini, Premiere School of Ballet menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pertunjukan berkualitas sekaligus mengembangkan seni balet di Indonesia. Perayaan 25 tahun tersebut menjadi tonggak perjalanan sekolah balet itu dengan melibatkan ratusan penari dari berbagai usia dalam satu panggung megah yang memadukan keindahan balet klasik dengan kekuatan seni teatrikal modern.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut