Anak-Anak Berkreasi, Ibu-Ibu di Sampang Diajak Kenali Investasi Emas dan Keuntungannya
SAMPANG, iNewsSurabaya.id – Aksi kumpul bareng yang dikemas dengan lomba mewarnai anak PAUD/TK di Kabupaten Sampang, Madura, tidak sekadar menjadi ajang adu kreativitas. Di balik kegiatan tersebut, para orang tua diajak mengenal literasi keuangan dan investasi emas sebagai bagian dari persiapan kebutuhan keluarga di masa depan.
Kegiatan yang digelar Pengurus Daerah Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Sampang bersama Pegadaian itu berlangsung di Aula SMKN 2 Sampang, Jalan Syamsul Arifin, Kabupaten Sampang.
Sekitar 150 anak bersama orang tua mengikuti kegiatan tersebut. Peserta datang dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Sampang.

Konsep kegiatan sengaja dibuat berbeda. Ketika anak-anak mengikuti lomba mewarnai, para orang tua, terutama ibu-ibu, mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga dan investasi emas.
Ketua Himpaudi Kabupaten Sampang, Rosul S.Pd., M.Pd., mengatakan lomba tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan keberanian dan kreativitas. Sementara itu, kehadiran orang tua dimanfaatkan untuk memperkenalkan pentingnya perencanaan keuangan.
“Anak-anak kami berikan ruang untuk berkreasi melalui lomba mewarnai. Sementara para orang tua, khususnya ibu-ibu, kami ajak mengenal literasi keuangan dan investasi emas sebagai salah satu pilihan untuk mempersiapkan kebutuhan jangka panjang,” ujar Rosul.
Menurut Rosul, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan semakin penting di tengah kondisi ekonomi global yang masih menghadapi ketidakpastian. Karena itu, keluarga perlu memiliki perencanaan agar kebutuhan jangka panjang tidak hanya mengandalkan pendapatan saat ini.
Investasi emas menjadi salah satu materi yang diperkenalkan kepada peserta. Aset tersebut dikenal sebagai instrumen yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan penyimpanan nilai dalam jangka panjang.
Namun, Rosul menegaskan edukasi yang diberikan tidak dimaksudkan untuk mendorong masyarakat mengambil keputusan investasi secara terburu-buru. Orang tua tetap perlu memahami karakter investasi, manfaat, risiko, serta menyesuaikannya dengan kemampuan finansial masing-masing.
“Kami ingin para ibu memahami bahwa mengelola keuangan keluarga perlu direncanakan. Dalam kondisi ekonomi yang tidak selalu pasti, pengetahuan tentang investasi jangka panjang menjadi penting agar masyarakat bisa lebih bijak dalam mempersiapkan masa depan,” katanya.
Selain materi mengenai investasi emas, peserta juga mendapatkan sosialisasi aplikasi Tring. Edukasi tersebut diarahkan untuk memperkenalkan pemanfaatan layanan keuangan digital sekaligus mendorong masyarakat lebih terbiasa mengatur keuangan secara terencana.
Pengurus Himpaudi Kabupaten Sampang, Tria Septiani Nuraini, menilai keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam kegiatan yang dikemas melalui lomba anak tersebut.
Menurutnya, aktivitas anak dan edukasi keluarga dapat berjalan beriringan. Ketika anak memperoleh pengalaman melalui kegiatan kreatif, orang tua juga membawa pulang pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami tidak hanya ingin anak-anak senang mengikuti lomba, tetapi orang tua juga mendapatkan wawasan baru. Ketika ibu-ibu memahami cara mengelola keuangan dan mengenal investasi untuk jangka panjang, pengetahuan tersebut bisa diterapkan dalam kehidupan keluarga,” kata Tria.
Tria berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada perlombaan. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan anak dan orang tua dapat menjadi sarana untuk memperluas edukasi keluarga, termasuk mengenai perencanaan keuangan.
Sementara itu, dari sisi perlombaan, panitia menetapkan enam kategori pemenang, yakni juara 1, 2 dan 3 serta juara harapan 1, 2 dan 3. Para pemenang mendapatkan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan hasil karya mereka.
Rosul berharap kegiatan Himpaudi ke depan dapat terus menggabungkan pendidikan anak dengan penguatan literasi keluarga.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Anak-anak mendapatkan pengalaman dan keberanian untuk berkreasi, sedangkan orang tua memperoleh pengetahuan yang bisa memberikan manfaat bagi keluarga dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Editor: Arif Ardliyanto