Ditemui 581 Pelajar, Para Veteran Jatim Ungkap Cara Melanjutkan Perjuangan di Zaman Sekarang
Menurut Aries, pertemuan antara pelajar dan veteran menjadi cara untuk mempertemukan generasi muda dengan sejarah secara langsung. Cerita yang disampaikan para veteran diharapkan tidak hanya menjadi kenangan, tetapi juga membentuk karakter dan semangat belajar para siswa.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Dindik Jatim sebenarnya mengundang 10 veteran untuk menghadiri upacara HUT ke-81 RI.
Namun, hanya lima veteran yang dapat hadir. Lima lainnya berhalangan karena kondisi kesehatan.
Meski demikian, Dindik Jatim tetap memberikan bingkisan dan kenang-kenangan kepada veteran yang tidak dapat hadir sebagai bentuk penghormatan atas jasa mereka.
Sementara lima veteran yang hadir memperoleh bingkisan serta apresiasi materi dari Dindik Jatim.
“Jumlahnya tidak seberapa, tapi menurut kami esensinya adalah penghargaan yang kita berikan kepada para pejuang kita,” kata Aries.
Salah satu veteran Seroja, Kaspiyo, menyampaikan pesan sederhana tetapi penting kepada generasi muda. Ia meminta pelajar tidak mudah terprovokasi dan menjadikan persatuan sebagai kekuatan bangsa.
“Paling tidak belajar yang baik, jangan sampai terpengaruh provokator karena itu pasti merusak bangsa. Tolong jaga persatuan, kesatuan dan utamanya kesopanan yang harus kita pegang,” pesan Kaspiyo.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan masa perjuangan para veteran. Jika dahulu kemerdekaan dipertahankan melalui perjuangan fisik, kini bangsa Indonesia membutuhkan generasi yang berpendidikan, berkarakter, dan mampu menjaga persatuan.
Aries mengatakan, pesan yang disampaikan para veteran selama program “Murid Menjemput Sejarah” sejalan dengan arah pembangunan pendidikan di Jawa Timur.
“Mereka menginginkan bahwa melanjutkan perjuangan itu tentu bukan dengan perang, tetapi dengan pendidikan yang lebih baik lagi, kualitas pendidikan yang lebih bermutu,” ujarnya.
Ia berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi penyemangat bagi dunia pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas generasi muda.
“Ini akan menjadi pemacu kita agar pendidikan ini betul-betul bisa mewarnai bahwa meneruskan perjuangan itu tidak lagi dengan perang, tetapi dengan perjuangan pendidikan yang lebih baik dan lebih bermutu,” pungkasnya.
Dengan demikian, pertemuan 581 veteran dengan para pelajar bukan sekadar rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan. Di balik cerita perjuangan yang disampaikan, terselip pesan bahwa tugas generasi saat ini adalah menjaga hasil perjuangan tersebut melalui pendidikan, prestasi, persatuan, dan kontribusi nyata bagi bangsa.
Editor: Arif Ardliyanto