Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Residivis Narkoba Kembali Beraksi, Polres Gresik Sita 57,96 Gram Sabu di Manyar
Advertisement . Scroll to see content

Narkoba Mengancam Generasi Muda, Polda Jatim Gandeng Gereja Perkuat Pencegahan

Minggu, 08 November 2026 | 17:43 WIB
  • author Lukman Hakim
Narkoba Mengancam Generasi Muda, Polda Jatim Gandeng Gereja Perkuat Pencegahan
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menghadiri ibadah kebaktian kedua di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Rungkut Asri, Surabaya. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Polda Jawa Timur (Jatim) mengajak keluarga dan lingkungan masyarakat memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan anak-anak dan generasi muda.

Upaya tersebut dinilai membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tidak hanya mengandalkan aparat penegak hukum.

Pesan itu disampaikan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast saat menghadiri ibadah kebaktian kedua di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Rungkut Asri, Surabaya, Minggu (8/11/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Minggu Kasih, yang menjadi ruang silaturahmi, komunikasi, dan dialog antara kepolisian dengan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Abast mengatakan, Program Minggu Kasih merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya umat Kristiani. Melalui kegiatan tersebut, kepolisian tidak hanya menyampaikan pesan kamtibmas, tetapi juga mendengarkan aspirasi dan persoalan yang dihadapi warga.

“Melalui Minggu Kasih, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Bukan hanya menyampaikan pesan kamtibmas, tetapi juga mendengarkan aspirasi, masukan, dan berbagai persoalan yang dihadapi warga,” ujar Abast.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” yang digaungkan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Semangat itu menekankan pentingnya kemitraan antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Di Jatim, upaya tersebut juga diwujudkan melalui gerakan “JOGO OMAH” yang digaungkan Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono.

Menurut Abast, JOGO OMAH tidak sekadar menjaga rumah secara fisik, tetapi juga melindungi keluarga, lingkungan, serta masa depan generasi muda dari berbagai ancaman kejahatan, termasuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Rumah yang aman bukan hanya rumah yang pintunya terkunci, tetapi rumah yang keluarganya terlindungi. Karena itu, menjaga keluarga dari bahaya narkoba harus dimulai dari kepedulian kita sendiri,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Abast mengajak jemaat memperkuat tiga langkah sederhana, yakni Jogo Keluarga, Jogo Lingkungan, dan Jogo Masa Depan Generasi Muda.

Ia menekankan pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak, kepedulian terhadap lingkungan pergaulan, serta pemberian edukasi mengenai bahaya narkoba sejak dini.

Abast menegaskan, pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Keluarga, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam membangun perlindungan terhadap generasi muda.

“Jangan menunggu sampai narkoba masuk ke dalam rumah kita, baru kita peduli. Mari kita mulai dari keluarga, membangun komunikasi dengan anak-anak, mengenali lingkungan pergaulan mereka, dan memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba sejak dini,” pesannya.

Ia berharap gereja dan tokoh agama terus menjadi mitra kepolisian dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta penguatan nilai-nilai kehidupan kepada generasi muda.

Selain pencegahan, Polda Jatim juga menegaskan komitmennya dalam melakukan penegakan hukum terhadap peredaran gelap narkoba secara tegas dan profesional.

Namun, bagi masyarakat yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba, pendekatan penanganan dan pemulihan, termasuk rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku, juga menjadi perhatian.

“Kita tidak ingin ada keluarga yang takut mencari pertolongan ketika anggota keluarganya menghadapi persoalan penyalahgunaan narkoba. Tujuan kita bukan hanya menindak pelaku kejahatan, tetapi juga menyelamatkan keluarga dan masa depan generasi muda,” jelasnya.

Abast turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui dugaan peredaran narkoba maupun gangguan kamtibmas di lingkungan tempat tinggal.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut