Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Lari Bersama Jadi Cara Menyenangkan Memulai Kebiasaan Sehat
Advertisement . Scroll to see content

Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:21 WIB
  • author OPINI
Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup
Guru Besar UNESA, Prof. Dr. Dian Anita Nuswantara, S.E., M.Si., Ak., CA, CIPSAS. (Foto : istimewa).

PDB dan ekonomi yang dirasakan masyarakat

Salah satu temuan paling menarik dalam survei LPEM justru tidak banyak dibicarakan. Sebanyak 44 dari 63 ekonom, atau sekitar 70 persen responden, menilai pertumbuhan ekonomi atau PDB berpotensi memberikan gambaran yang terlalu optimistis mengenai kondisi perekonomian Indonesia. 

Bahkan indikator kemiskinan dan pengangguran masing-masing dipilih oleh 31 responden sebagai indikator yang juga berpotensi menggambarkan keadaan secara lebih baik daripada yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Temuan tersebut tidak berarti PDB salah atau tidak berguna. PDB tetap merupakan ukuran yang sangat penting untuk mengetahui nilai aktivitas ekonomi suatu negara. Persoalannya adalah PDB memang tidak dirancang untuk menjelaskan seluruh dimensi kesejahteraan. 

Ekonomi dapat tumbuh lima persen, misalnya, sementara penciptaan pekerjaan formal berkualitas tidak tumbuh dengan kecepatan yang sama, daya beli sebagian kelompok masyarakat tertekan, atau keuntungan pertumbuhan terkonsentrasi pada sektor dan kelompok tertentu.

Di sinilah perlu dibedakan antara pertumbuhan ekonomi dan pengalaman ekonomi. Pertumbuhan menjelaskan perubahan ukuran ekonomi secara agregat, sedangkan pengalaman ekonomi masyarakat terbentuk oleh pekerjaan, pendapatan riil, harga kebutuhan pokok, biaya perumahan, pendidikan, kesehatan, transportasi, serta keyakinan bahwa keadaan mereka beberapa tahun mendatang akan lebih baik daripada hari ini.

Ketika keduanya bergerak menjauh, statistik mungkin mengatakan ekonomi tumbuh, tetapi masyarakat belum tentu merasakan bahwa ekonomi sedang bekerja untuk mereka.

Karena itu, pemerintah tidak perlu defensif terhadap temuan semacam ini. Sebaliknya, ia dapat digunakan untuk memperkaya cara mengukur keberhasilan. Pertumbuhan PDB perlu dibaca bersama pertumbuhan pendapatan riil, penciptaan pekerjaan formal, produktivitas tenaga kerja, upah riil, tingkat setengah pengangguran, mobilitas ekonomi, ketimpangan, serta kualitas investasi yang masuk. Dengan begitu, keberhasilan ekonomi tidak hanya terlihat bagus di tabel statistik, tetapi juga dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut