Dindik Jatim Kaji WFH ASN, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Jadi Prioritas
Menurutnya, kebijakan WFH bukan bentuk pelonggaran kerja, melainkan mekanisme kerja fleksibel yang tetap menuntut kedisiplinan dan produktivitas tinggi dari ASN. “Pelayanan publik tidak boleh berkurang. Justru kinerja harus tetap optimal dan koordinasi harus semakin kuat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pemilihan hari Rabu dinilai paling ideal untuk menjaga ritme kerja sekaligus menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Rata-rata ASN Pemprov Jatim menempuh jarak sekitar 28 kilometer pulang-pergi setiap hari, sehingga kebijakan ini diharapkan mampu menghemat energi secara signifikan.
“Selain itu, penerapan WFH pada hari Rabu juga untuk menghindari potensi libur panjang jika dilakukan pada hari Jumat,” jelasnya.
Khofifah menegaskan seluruh perangkat daerah harus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal dengan pengawasan ketat terhadap kinerja ASN. “Produktivitas ASN tidak boleh menurun. Layanan publik harus tetap responsif dan tanpa hambatan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan momentum Idulfitri menjadi titik awal untuk memperkuat semangat pengabdian ASN kepada masyarakat.
“Ini bukan sekadar kembali bekerja, tetapi momentum untuk reset semangat, memperkuat solidaritas, dan meningkatkan kualitas pelayanan,” pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto