Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mikroplastik di Udara Picu Gangguan Imun Otak, Ecoton Desak Pemerintah Bertindak
Advertisement . Scroll to see content

LEPPAMI Aceh dan ESN Prihatin Pengolahan Sampah di Tapak Tuan Tidak Menjadi Prioritas

Rabu, 25 Mei 2022 | 09:04 WIB
  • author Ali Masduki
LEPPAMI Aceh dan ESN Prihatin Pengolahan Sampah di Tapak Tuan Tidak Menjadi Prioritas
Sampah sachet dari produsen-produsen besar yang mengganggu estetika di kota Tapak Tuan. (Foto: Tim ESN)

ACEH, iNews.id - Aktivis Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam mahasiswa Islam (LEPPAMI) Aceh, Tonicko Anggara,  prihatin dengan banyaknya sampah yang tidak terkelola yang menggangu keindahan kota.

“Kami menemukan banyak sampah sachet dari produsen-produsen besar yang mengganggu estetika di kota Tapak Tuan,” ungkapnya, Rabu (25/5/2022).

Keprihatinan tersebut diungkapkan setelah LEPPAMI Aceh dan tim Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) melakukan uji Mikroplastik dan kegiatan Brand Audit atau audit merk sampah plastik sekali pakai yang menjadi pencemar di Krueng Rasulah.

Tim Ekspedisi Sungai Nusantara menunjukkan bahwa Krueng Rasulah tercemar Mikroplastik. Dijadikannya sungai sebagai tempat sampah akan menimbulkan kontaminasi mikroplastik di perairan, karena sampah plastik di perairan akan terpecah menjadi mikroplastik.

Amiruddin Muttaqin, peneliti tim ESN menjelaskan bahwa perilaku masyarakat masih menganggap sungai menjadi tempat sampah, ditambah dengan minimnya anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten pada penanganan problem sampah. Sehingga minim pembangunan fasilitas infrastruktur pengelolaan sampah. 

"Tidak aneh jika sungai dijadikan tempat sampah karena Pemerintah Daerah belum memprioritaskan penanganan sampah," kata Amir.

Editor: Ali Masduki

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut