Rekrut Warga Asli, Intelijen Rusia Mulai Intai Informasi Indonesia
Negara adidaya ramai-ramai mengincar informasi penting di Indonesia untuk dijadikan landasan melakukan gerakan. Salah satu gerakan yang paling mencolok adalah aktivitas intelijen Rusia yang ingin mendapatkan informasi penting Indonesia.
Saat itu, Uni Republik Sosialis Soviet atau dikenal dengan nama Uni Soviet memiliki sistem politik satu partai yang dipegang oleh Partai Komunis dan bertahan hingga 1990. Namun, negara tersebut telah runtuh dan terbagi dalam sejumlah negara. Kendati demikian, Uni Soviet memiliki unit intelijien yang mumpuni yaitu KGB.
Dinas intelijen rahasia Uni Soviet KBG beserta jaringannya masih bercokol di Indonesia saat rezim Soekarno runtuh setelah Soeharto berhasil mengantongi surat perintah 11 Maret 1966 (Supersemar). Saat itu kekuasaan politik Bung Karno telah ambruk.
Sekelompok orang terus bergerak, di Jakarta dan beberapa kota besar lain, KGB bersama GRU, yakni dinas intelijen militer Soviet, tetap melakukan kerja-kerja senyap.
Mereka terus mencoba menyadap informasi rezim baru yang mendapat sokongan kuat dari Amerika Serikat. Bahkan pada awal rezim orde baru berkuasa, mereka berhasil menempatkan sejumlah petingginya di Indonesia.
“Mereka adalah dua puluh empat pejabat KGB dan GRU yang ditempatkan di Jakarta, Medan dan Surabaya sejak awal 70-an,” tulis Ken Conboy dalam buku “ Intel, Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia” dikutip Rabu (8/3/2022).
Editor : Arif Ardliyanto